Wednesday, 13 May 2015

Saturday, 9 May 2015

Baterai

Baterai Dengan resistansi (ohm) internal

Ketika baterai gagal, itu biasanya karena telah membangun resistansi internal cukup bahwa tidak bisa lagi memasok sejumlah manfaat listrik ke beban eksternal.  


Jika Anda mengukur tegangan baterai gagal / baterai yang rusak yang terputus/disconnect/tidak terhubung ke rangkaian apa-apa, Anda biasanya akan menemukan bahwa ia memiliki tegangan mendekati normal, sehingga voltmeter bukanlah alat yang berguna untuk menilai tingkat kehidupan yang tersisa di baterai

Jika Anda menghubungkan baterai ke resistance eksternal, maka Anda akan menemukan bahwa tegangan pada terminal baterai turun; ini dapat diartikan sebagai menjatuhkan sebagian besar tegangan pada resistansi internal sehingga tidak tersedia untuk layanan eksternal. Contoh berikut ini memungkinkan Anda untuk mengeksplorasi efek resistensi internal.

 

Jadi mengukur baterai harus terhubung / dihubungkan ke sebuah rangkaian; yang dalam hal ini rangkaian yang memiliki sebuah Rload, baru kelihatan rusak atau tidaknya sebuah baterai atau aki.

Jika anda bisa perhatikan dalam gambar, R internal (baterai) dan R load (eksternal) itu terhubung secara seri, bukan terhubung secara paralel; cekidot, jadi maka dari itu Resistansi seri antara R internal dan R load adalah R internal ditambah R load. Karena baterai rusak R internal nya menjadi bertambah gede / besar (biasanya), maka R seri menjadi tambah gede / besar juga. Sehingga arus yang dikeluarkan/disuplai baterai ke dalam rangkaian menjadi kecil (hukum Ohm (I = V / R)).
R bertambah besar dengan nilai V masih nilai yang dulu maka, I menjadi lebih sangat kecil dari I sebelum R bertambah besar.

Sekian semoga bermanfaat.

Friday, 8 May 2015

Menghitung luas daun

Menghitung luas daun
-Ambil kertas multimeter
- jiplak daun ke atas kertas multimeter
- hitung jumlah kotak dalam kertas multimeter

Rangkaian pengingat (memori)

Misalkan kita ingin membuat rangkaian pengingat (memori). Saya punya ide rangkaian pengingat seperti dibawah ini:
Warning: jangan takut terhadap kapasitor.


Nada dan frekuensi

1 - Nada C standard atau C4 atau C oktaf ke empat frekuensi : 261 Hz, perioda: 3830 detik
2 - Nada D frekuensi : 294 Hz, perioda : 3400 s
3 - Nada E frekuensi : 329 Hz, perioda : 3038 s
4 - Nada F frekuensi : 349 Hz, perioda : 2864 s
5 - Nada G frekuensi : 392 Hz, perioda : 2550 s
6 - Nada A frekuensi : 440 Hz, perioda : 2272 s
7 - Nada B frekuensi : 493 Hz, perioda : 2028 s
8 - Nada C+ frekuensi : 523 Hz, perioda : 1912 s

Jadi oke kita mengerti sekarang tentang nada!

Dan kamu bisa lihat bahwa nada C (poin 1) adalah 261 gelombang per 1 detik / 261 gelombang didalam 1 detik, Nada D adalah 294 gelombang didalam 1 detik, Apabila kamu memainkan nada C selama 2 detik berarti 261 gelombang dikali 2 = 522 gelombang atau getaran yang kamu mainkan dalam musik.

Bergetar bukan main!

Viva la Indonesia!