
Saturday, 10 January 2015
Saturday, 3 January 2015
Pengukuran-pengukuran fisika di rumah
1. Pengukuran kecepatan air yang keluar dari suatu kran di rumah
2. Pengukuran gaya gravitasi di rumah
3. Pengukuran suhu (Panas atau dingin)
3. Pengukuran tingkat/level/intensitas cahaya
4.
2. Pengukuran gaya gravitasi di rumah
3. Pengukuran suhu (Panas atau dingin)
3. Pengukuran tingkat/level/intensitas cahaya
4.
Pengenalan Pin pada Arduino Uno
Arduino uno adalah mesin digital.
Arduino uno mempunyai jumlah pin 20 buah total yang dapat dideklarasikan sebagai peng-input atau sebagai peng-output (mode pin-pin Arduino uno ini bisa dideklarasikan sebagai mode input atau mode output)
Mode input untuk memeriksa level tegangan, sementara mode output sebagai pengeluar tegangan ke rangkaian elektronik lainnya diluar papan Arduino itu, misalnya: rangkaian pada breadboard.
Pada default-nya mode dari pin-pin ini adalah mode output. Jadi untuk mengkonfigurasi pin untuk menjadi mode output tidak perlu.
Pin yang support sebagai peng-output tegangan analog adalah: pin nomor 3, 5, 6, 9, 10 dan 11. Pin-pin ini adalah pin digital, jadi untuk bisa menjadi analog, lebar pulsa digital dipersempit dan nilai amplitudo voltasenya di-sinus-kan atau dinaik turunkan.
Mode input digunakan yang paling sederhananya adalah mendeteksi apakah rangkaian terputus atau terbuka.
Arduino uno mempunyai jumlah pin 20 buah total yang dapat dideklarasikan sebagai peng-input atau sebagai peng-output (mode pin-pin Arduino uno ini bisa dideklarasikan sebagai mode input atau mode output)
Mode input untuk memeriksa level tegangan, sementara mode output sebagai pengeluar tegangan ke rangkaian elektronik lainnya diluar papan Arduino itu, misalnya: rangkaian pada breadboard.
Pada default-nya mode dari pin-pin ini adalah mode output. Jadi untuk mengkonfigurasi pin untuk menjadi mode output tidak perlu.
Pin yang support sebagai peng-output tegangan analog adalah: pin nomor 3, 5, 6, 9, 10 dan 11. Pin-pin ini adalah pin digital, jadi untuk bisa menjadi analog, lebar pulsa digital dipersempit dan nilai amplitudo voltasenya di-sinus-kan atau dinaik turunkan.
Mode input digunakan yang paling sederhananya adalah mendeteksi apakah rangkaian terputus atau terbuka.
Friday, 2 January 2015
Listen, watch and feel.
0. Bengkel resistor
Circuit:
1. Circuit dengan voltase digital
+5v --- Resistor --- Amperemeter --- GND
I hasil pengukuran = 4.7 mA
2. Circuit dengan voltase analog
+5v --- Resistor --- Amperemeter --- GND
I hasil pengukuran =
3. Circuit dengan 2 sumber voltase
Komponen: resistor 1KOhm
1. Bengkel photoresistor
Circuit:
+5v ___ photoresistor ___ GND
|__Voltmeter__|
Hasil pengukuran: semakin gelap, nilai voltmeter / nilai voltase semakin besar.
Contoh:
5.00 V pada saat photoresistor dibuka.
5.03 V pada saat photoresistor ditutup kain berwarna hitam gelap.
Komponen: photoresistor
2. Bengkel Infrared communication
Circuit:
+5v ---- resistor ---- infrared led --- GND
3. Bengkel nada (suara)
Circuit:
+5v --- piezospeaker --- GND
Komponen:
Piezospeaker
4. Bengkel temperature (suhu)
Circuit:
5. Bengkel shift register
6. Bengkel Capacitor
Circuit:
+5v --- Capacitor --- Resistor --- GND
0. Bengkel resistor
Circuit:
1. Circuit dengan voltase digital
+5v --- Resistor --- Amperemeter --- GND
I hasil pengukuran = 4.7 mA
2. Circuit dengan voltase analog
+5v --- Resistor --- Amperemeter --- GND
I hasil pengukuran =
3. Circuit dengan 2 sumber voltase
Komponen: resistor 1KOhm
1. Bengkel photoresistor
Circuit:
+5v ___ photoresistor ___ GND
|__Voltmeter__|
Hasil pengukuran: semakin gelap, nilai voltmeter / nilai voltase semakin besar.
Contoh:
5.00 V pada saat photoresistor dibuka.
5.03 V pada saat photoresistor ditutup kain berwarna hitam gelap.
Komponen: photoresistor
2. Bengkel Infrared communication
Circuit:
+5v ---- resistor ---- infrared led --- GND
3. Bengkel nada (suara)
Circuit:
+5v --- piezospeaker --- GND
Komponen:
Piezospeaker
4. Bengkel temperature (suhu)
Circuit:
5. Bengkel shift register
6. Bengkel Capacitor
Circuit:
+5v --- Capacitor --- Resistor --- GND
Pengenalan Wave dan Wave generator
Sinyal hanyalah/adalah sebuah fungsi, sebuah fungsi yang memetakan amplitudo ke waktu.
Pada waktu 0 dari waktu pemancaran kita mau amplitudonya 0, pada waktu 0.5 detik kita mau amplitudonya 1, pada waktu 1 detik kita mau amplitudonya turun lagi ke 0. Sinyal apakah ini?
Dan, antena adalah sepotong kawat yang menginduksi sinyal tersebut ke tempat lain supaya bisa dirasakan pengaruhnya dari tempat lain yang berbeda beberapa meter dari tempat pemancaran.
Kita tahu dari matematika, setiap sinyal (f(x) atau f(t)) bisa dicari integralnya, turunannya dan limitnya.
Sinyal analog adalah fungsi amplitudo terhadap waktu dan sinyal dijital juga.
Digital wave hanya mempunyai dua state 0 (0 Volt) dan 1 (5 Volt) terhadap waktu. Sementara, analog wave mempunyai state lebih dari 2 jenis Voltase.
Jadi yang kita bahas disini adalah sinyal analog, sinyal yang amplitudonya bervariasi terhadap waktu. Sinyal digital juga memang amplitudonya bervariasi juga terhadap waktu tapi variasinya tidak serame sinyal analog.
Sinyal digital (0 Volt & 5 Volt) cocok untuk memati-hidupkan lampu LED. Sinyal digital adalah square wave.
Jika sinyal digital dimati-hidupkan (on and off atau up and down) sebanyak 261Hz akan menghasilkan nada atau note C.
Setiap sinyal (wave) mempunyai properti:
1. Periode / lebar pulsa diukur dengan berapa lama (sekon).
2. Frequency diukur dengan Hz.
3. Amplitudo diukur dengan Volt.
Jadi yang pertama dilakukan untuk menghasilkan/membuat gelombang adalah:
1. Menentukan lebar 1 pulsa
Contoh gelombang:
1. Sinus
2. Triangle (Segitiga)
3. Seesaw (Sinyal gergaji)
4. Square wave
Gambar dari kiri ke kanan:

Pada waktu 0 dari waktu pemancaran kita mau amplitudonya 0, pada waktu 0.5 detik kita mau amplitudonya 1, pada waktu 1 detik kita mau amplitudonya turun lagi ke 0. Sinyal apakah ini?
Dan, antena adalah sepotong kawat yang menginduksi sinyal tersebut ke tempat lain supaya bisa dirasakan pengaruhnya dari tempat lain yang berbeda beberapa meter dari tempat pemancaran.
Kita tahu dari matematika, setiap sinyal (f(x) atau f(t)) bisa dicari integralnya, turunannya dan limitnya.
Sinyal analog adalah fungsi amplitudo terhadap waktu dan sinyal dijital juga.
Digital wave hanya mempunyai dua state 0 (0 Volt) dan 1 (5 Volt) terhadap waktu. Sementara, analog wave mempunyai state lebih dari 2 jenis Voltase.
Jadi yang kita bahas disini adalah sinyal analog, sinyal yang amplitudonya bervariasi terhadap waktu. Sinyal digital juga memang amplitudonya bervariasi juga terhadap waktu tapi variasinya tidak serame sinyal analog.
Sinyal digital (0 Volt & 5 Volt) cocok untuk memati-hidupkan lampu LED. Sinyal digital adalah square wave.
Jika sinyal digital dimati-hidupkan (on and off atau up and down) sebanyak 261Hz akan menghasilkan nada atau note C.
Setiap sinyal (wave) mempunyai properti:
1. Periode / lebar pulsa diukur dengan berapa lama (sekon).
2. Frequency diukur dengan Hz.
3. Amplitudo diukur dengan Volt.
Jadi yang pertama dilakukan untuk menghasilkan/membuat gelombang adalah:
1. Menentukan lebar 1 pulsa
Contoh gelombang:
1. Sinus
2. Triangle (Segitiga)
3. Seesaw (Sinyal gergaji)
4. Square wave
Gambar dari kiri ke kanan:

Penjelasan masing-masing fungsi:
1. Fungsi segitiga (Triangle)
Contoh salah satu dari fungsi segitiga:
f(x) = x + 3 for x ≤ 2
f(x) = -x + 7 for x > 2
Thursday, 1 January 2015
Monday, 29 December 2014
Transistor
How to make a transistor as a switch?
> Apply power to the base(b)
"The transistor become a switch based on base."
> put power to collector (C)
> put what to need to be powered to emitter (E)
> Apply power to the base(b)
"The transistor become a switch based on base."
> put power to collector (C)
> put what to need to be powered to emitter (E)
Subscribe to:
Comments (Atom)