Saturday, 3 May 2014

Like HDLC or PPP, Frame Relay is a data link layer protocol that specifies the framing of Layer 2 traffic.


Friday, 2 May 2014

LAB Frame Relay Paling sederhana


Hi, ini lab sederhana. Pada lab ini kita akan mensetup Cloud Frame Relay kemudian mensetting interface Serial milik Router0 dan Router1 dengan konfigurasi - konfigurasi agar ruter-ruter ini bisa saling ping melalui Cloud.

Lab ini mudah, jangan takut, kelihatannya aja yang sulit, silahkan dicobain.

Awal:
1. Keluarin 2 buah router 1841, power off dulu ruternya, kemudian insert module WIC-2T, kemudian power on lagi.

2. Keluarin Cloud Frame Relay. Kemudian setting seperti ini:

2.1 Klik Cloud-nya di packet tracer

2.2 Klik Tab Config, klik button Serial0 pada submenu INTERFACE. Kemudian Isikan:
DLC1 = 100
Name = Kantor Pusat
Kemudian klik button Add

2.3 Klik button Serial1 pada submenu INTERFACE, isilah:
DLCI = 100
Name = Kantor Cabang
Kemudian klik button Add
Gambar lengkapnya seperti dibawah ini:

2.4 Klik cloud, klik tab Config, klik button Frame Relay dibawah submenu CONNECTIONS
Pilih:
Serial0 Kantor Pusat < - > Serial 1 Kantor Cabang
Kemudian klik Add.
Gambar lengkapnya seperti dibawah ini:

Selesai pada Cloud, sekarang kita mengkonfigurasi Interface-interface Serial-nya router.

3. Setup router0
Router# configure terminal
Router(config)# interface serial 0/1/0
Router(config-if)# encapsulation frame-relay ietf
Router(config-if)# ip add 10.1.1.1 255.255.255.252
Router(Config-if)# no shutdown

4. Setup Router1
Router# configure terminal
Router(config)# interface serial 0/1/0
Router(config-if)# encapsulation frame-relay ietf
Router(config-if)# ip address 10.1.1.2 255.255.255.252
Router(config-if)# no shutdown

Akhir:

Silahkan ping dari router0 ke router1. Seharusnya sudah success dan ini berarti setingan Cloudnya juga sudah sukses.

Trimakasih. Semoga bermanfaat.

Wednesday, 30 April 2014

Frame Relay

Frame relay menyediakan bandwidth, reliability dan resiliency yang lebih besar dari private atau leased lines.
Frame relay telah menekan biaya-biaya jaringan dengan menggunakan peralatan yang lebih sedikit, lebih sederhana, dan menyediakan pelaksanaan yang lebih mudah. Karena alasan ini Frame Relay telah menjadi teknologi WAN yang paling banyak digunakan di dunia.

Sebuah koneksi Frame Relay antara sebuah perangkat DTE pada tepi LAN dan sebuah perangkat DCE pada tepi carrier mempunyai komponen layer link dan komponen layer fisik. Frame Relay mengambil paket-paket data dan mengenkapsulasi mereka di dalam sebuah frame Frame Relay, dan kemudian meneruskannya ke layer fisik untuk pengiriman pada kabel. Sambungan diseluruh jaringan carrier adalah sebuah VC yang diidentifikasi dengan sebuah DLCI. Multiple VC dapat dimultipleks menggunakan sebuah FRAD. Jaringan-jaringan Frame Relay biasanya menggunakan sebuah topologi partial mesh yang dioptimalkan untuk kebutuhan aliran data berdasarkan pelanggan carrier.

Frame Relay menggunakan inverse ARP untuk memetakan DLCI ke alamat IP dari lokasi-lokasi yang remote. Pemetaan alamat dinamis bergantung pada inverse ARP untuk menterjemahkan alamat next hop ke nilai DLCI lokal. Ruter Frame Relay mengeluarkan permintaan - permintaan Inverse ARP pada PVC nya untuk menemukan alamat protokol perangkat jauh yang terhubung dengan jaringan Frame Relay. Ruter-ruter DTE Frame Relay menggunakan LMI untuk menyediakan informasi status tentang koneksinya dengan switch Frame Relay DCE. LMI extensi menyediakan informasi antarjaringan tambahan.

Dua tugas pertama dalam mengkonfigurasi Frame Relay pada sebuah ruter Cisco adalah meng-enable enkapsulasi Frame Relay pada interface dan kemudia mengkonfigurasi statik mapping atau dynamic mapping. Setelah ini, ada banyak tugas-tugas tambahan yang dapat diselesaikan seperti yang dibutuhkan termasuk mengkonfigurasi LMI, mengkonfigurasi VC-VC, mengkonfigurasi traffic shapping dan menyesuaikan Frame Relay pada jaringan anda. Monitoring dan merawat koneksi Frame Relay adalah tugas terakhir.

Konfigurasi Frame Relay harus memperhitungkan masalah split horizon yang muncul ketika banyak VC berkumpul pada satu interface fisikal. Frame Relay dapat partisi interface fisik menjadi multiple virtual interface yang disebut subinterfaces. Konfigurasi subinterface juga telah dijelaskan dan dipraktekkan.

Konfigurasi Frame Relay dipengaruhi oleh cara bagaimana penyedia layanan mengenakan tagihan untuk hubungan menggunakan unit-unit dari access rates dan committed information rates (CIR). Keuntungan dari pola penagihan ini adalah bahwa kapasitas jaringan yang tidak digunakan tersedia dan digunakan secara bersama dengan semua pelanggan, biasanya tanpa adanya tagihan tambahan. Hal ini memungkinkan pengguna untuk menyerbu trafik untuk periode yang pendek.

Mengkonfigurasi flow control di dalam jaringan Frame Relay juga dipengaruhi oleh pola penagihan service provider. Kamu dapat mengkonfigurasi queuing dan shape traffic tergantung dari CIR. DTE-DTE dapat dikonfigurasi untuk mengendalikan kemacetan di jaringan dengan menambahkan bit-bit BECN dan FECN ke alamat frame. DTE juga dapat dikonfigurasi untuk menyetel bit eligible discard (boleh dibuang) yang mengisyaratkan bahwa frame itu boleh dibuang dalam preferensi ke frame lain jika kemacetan terjadi. Frame-frame yang telah dikirim melebihi CIR ditandai dengan "discard eligible" (DE) yang artinya mereka dapat dibuang bila kemacetan terjadi didalam jaringan frame relay.

 

WAN

WAN connection options
Private
- Dedicated : Leased Line
- Switched : Circuit switched, Packet switched

Public
- Internet: Broadband VPN

Di dalam koneksi WAN real-world, customer premise equipment (CPE), yang mana biasanya adalah sebuah ruter, adalah data terminal equipment. Ruter ini terhubung ke service provider melalui sebuah perangkat data circuit-terminating equipment (DCE) umumnya sebuah modem atau sebuah CSU/DSU. Perangkat DCE ini digunakan untuk mengubah data dari DTE kedalam bentuk yang dapat diterima bagi service provider WAN.

Di dalam situasi real-world, satu ruter bisa ada di New York, sementara ruter lainnya ada di Sidney, Australia.

Di dalam lab academy, tidak ada WAN cloud, tidak ada service provider, ruter-ruter dihubungkan secara langsung dengan menggunakan kabel back-to-back DTE-DCE.


LAB Konfigurasi Ruter sebagai DHCP server dan sebagai DHCP RELAY


Pada lab ini akan dibuat:
1. R1 sebagai DHCP server bagi PC0 dan PC1
2. R1 sebagai DHCP relay dan Server0 sebagai DHCP server bagi PC0 dan PC1

Skenario 1: R1 sebagai DHCP server untuk PC0 dan PC1
Preparasi Switch S1
Switch# conf t
Switch(config)# hostname S1
S1(config)# interface fa0/1
S1(config-if)# switchport mode access
S1(config-if)# switchport access vlan 10
S1(config-if)# interface fa0/2
S1(config-if)# description link_to_R1
S1(config-if)# switchport mode trunk
S1(config-if)# interface f0/3
S1(config-if)# switchport mode access

Preparasi Router R1
Router(config)# hostname R1
R1(config)# interface f0/0
R1(config-if)# no shutdown
R1(config)# interface f0/0.10
R1(config-if)# encapsulation dot1Q 10
R1(config-if)# ip address 192.168.10.1 255.255.255.0
R1(config-if)# no shutdown
R1(config-if)# description subinterface_vlan10
R1(config-if)# interface f0/0.20
R1(config-if)# encapsulation dot1Q 20
R1(config-if)# ip address 192.168.20.1 255.255.255.0
R1(config-if)# no shutdown
R1(config-if)# description subinterface_vlan20
R1(config-if)# interface fa0/1
R1(config-if)# ip address 192.168.30.1 255.255.255.0
R1(config-if)# no shutdown
R1(config-if)# exit
R1(config)# router ospf 1
R1(config-router)# network 192.168.10.0 0.0.0.255 area 0
R1(config-router)# network 192.168.20.0 0.0.0.255 area 0
R1(config-router)# network 192.168.30.0 0.0.0.255 area 0
R1(config-router)# exit
R1(config)# ip dhcp excluded-address 192.168.10.1 192.168.10.10
R1(config)# ip dhcp excluded-address 192.168.20.1 192.168.20.10
R1(config)# ip dhcp pool LAN10
R1(dhcp-config)# network 192.168.10.0 255.255.255.0
R1(dhcp-config)# default-router 192.168.10.1
R1(dhcp-config)# dns-server 192.168.40.2
R1(dhcp-config)# exit
R1(config)# ip dhcp pool LAN20
R1(dhcp-config)# network 192.168.20.0 255.255.255.0
R1(dhcp-config)# default-router 192.168.20.1
R1(dhcp-config)# dns-server 192.168.40.2
R1(dhcp-config)# exit
R1(config)#

Preparasi Router R2
Router# conf t
Router(config)# hostname R2
R2(config)# interface fa0/0
R2(config-if)# ip address 192.168.30.2 255.255.255.0
R2(config-if)# no shutdown
R2(config-if)# description to_R1
R2(config-if)# exit
R2(config)# interface fa0/1
R2(config-if)# ip address 192.168.40.1 255.255.255.0
R2(config-if)# no shutdown
R2(config-if)# description to_Server0
R2(config-if)# exit
R2(config)# router ospf 1
R2(config-router)# network 192.168.40.0 0.0.0.255 area 0
R2(config-router)# network 192.168.30.0 0.0.0.255 area 0
R2(config-router)# exit

Sekarang test PC0 dan PC1 sudah bisa dapat alamat IP DHCP apa belum. Seharusnya sih sudah.

Skenario 2: DHCP servernya dipindah, bukan lagi R1 tapi Server0 sekarang yang jadi DHCP server.

Preparasi router R1
R1(config)# no ip dhcp pool LAN10
R1(config)# no ip dhcp pool LAN20
R1(config)# interface f0/0.10
R1(config-subif)# ip helper-address 192.168.40.2
R1(config-subif)# exit
R1(config)# interface fa0/0.20
R1(config-subif)# ip helper-address 192.168.40.2
R1(config-subif)# exit

Set up Server0
Klik icon Server0 pada packet tracer, pada tab Config, klik DHCP, isi data berikut:
Pool Name: PoolLAN10
Default Gateway: 192.168.10.1
DNS Server: 192.168.40.2
Start IP address: 192.168.10.100
Subnet mask: 255.255.255.0

Kemudian klik tombol Add.

Untuk pool yang kedua isi data berikut:
Pool Name: PoolLAN20
Default Gateway: 192.168.20.1
DNS Server: 192.168.40.2
Start IP address: 192.168.20.100
Subnet mask: 255.255.255.0

Kemudian klik tombol Add.
 
Sekarang test PC0 dan PC1 sudah bisa dapat alamat IP DHCP apa belum. Seharusnya sih sudah.

Well done, ente dah bisa ngonfig DHCP server dan DHCP relay pada Cisco IOS
Preparasi
1. Router ISP harus diberitahu bagaimana cara menjangkau alamat IP 209.165.200.254 (alamat IP public nya Server-PT)
RouterISP# ip route 209.165.200.254 255.255.255.255 209.165.200.225

2. Buat skema NAT di RouterNAT
Pertama, Static NAT
Usage: ip nat inside source static [ip private] [ip public]

RouterNAT# config t
RouterNAT(config)# interface f0/0
RouterNAT(config-if)# ip nat inside
RouterNAT(config-if)# interface f0/1
RouterNAT(config-if)# ip nat outside
RouterNAT(config-if)# exit
RouterNAT(config)# ip nat inside source static 192.168.20.1 209.165.200.254

Test NAT
Ping dari Server-PT ke Router ISP. Harusnya success/reply.

Kedua, Dynamic NAT
Usage: ip nat pool [name-pool] [ip public-ip public] netmask []
Preparasi
Disini, perusahaan XYZ membeli 4 buah IP public dari service provider (209.165.200.241 - 209.165.200.246). Router ISP harus dikonfigurasi bagaimana cara untuk mencapai 4 IP public ini
RouterISP# no ip route 209.165.200.254 255.255.255.255 209.165.200.225
RouterISP# ip route 209.165.200.240 255.255.255.252 209.165.200.225

Mulai mengkonfigurasi NAT
RouterNAT# config t
RouterNAT(config)# no ip nat inside source static 192.168.20.1 209.165.200.254
RouterNAT(config)# ip nat pool MY-NAT-POOL 209.165.200.241 209.165.200.246 netmask 255.255.255.240

RouterNAT(config)# ip access-list standard NAT
RouterNAT(config-std-nacl)# permit 192.168.20.0 0.0.0.255
RouterNAT(config-std-nacl)# exit

RouterNAT(config)# ip nat inside source list NAT pool MY-NAT-POOL

RouterNAT(config)# interface f0/0
RouterNAT(config-if)# ip nat inside
RouterNAT(config-if)# interface f0/1
RouterNAT(config-if)# ip nat outside

Test NAT
Ping dari Server-PT ke Router ISP. Harusnya success/reply.

Ketiga, Dynamic NAT dengan command overload
RouterNAT(config)# no ip nat inside source list NAT pool MY-NAT-POOL
RouterNAT(config)# ip nat nat inside source list NAT pool MY-NAT-POOL overload

Selamat, anda telah berhasil membuat NAT!