Wednesday, 9 April 2014

Server:
- set ip address-nya secara static
- biasanya pakai private ip address tapi dibantu dengan mengkonfigurasi nat di ruter perimeter.


Pengalamatan IP statik dan dinamik

Alamat IP bisa diberikan secara statik atau secara dinamik.

Pemberian alamat IP secara statik
Statik berarti alamat IP host tidak berubah-ubah sampai perusahaan bubar.

Network administrator harus secara manual mengkonfigurasi informasi network untuk masing-masing host. Pada minimumnya, ini mencakup pengkonfigurasian alamat IP, subnetmask dan default-gateway. Ilustrasinya ada di gambar dibawah.

Static assignment ini bisa memberikan peningkatan kontrol terhadap sumber daya network dengan menggunakan access-list.

Akan tetapi pemberian alamat IP secara statik bisa menghabiskan waktu jika terdapat banyak users.

Pemberian alamat IP statik sangat berguna untuk printer-printer, server, and alat jaringan seperti switch, access-point yang perlu bisa diakses oleh klien di jaringan.

Akan tetapi untuk golongan perangkat end users seperti: PC, smart phone yang merupakan jumlah perangkat terbanyak di jaringan, dianjurkan menggunakan mode pemberian alamat IP secara dinamik karena akan sangat merepotkan network administrator apabila mengkonfigurasi perangkat-perangkat ini satu persatu.





Pemberian alamat IP secara dinamik


Beberapa tipe host dari jaringan IPv4

Dalam jaringan ada beberapa jenis host (pemakai alamat IP versi 4), yaitu:
1. End devices untuk users
2. Servers dan peripherals
3. Host-host yang bisa diakses dari intrnet
4. Intermediary devices

Host-host terasosiasi ke sebuah jaringan IPv4 dengan satu porsi network yang sama.

Contoh end devices: PC, IP Phone, Printer, dan smartphone

Monitoring performance

Monitoring performance adalah kegiatan memantau trafik-trafik di jaringan untuk melihat alamat IP mana yang menghasilkan atau alamat IP mana yang menerima paket berlebihan (excessive).

Keteraturan manajemen alamat IP sangat dibutuhkan di dalam jaringan untuk memudahkan pengenalan host yang tercurigai.


NAT

NAT: translator dari private address ke public address

Range dari alamat IPv4 terlindungi

Tipe-tipe alamat IPv4:
1. Alamat Host
Kegunaan: dipakai untuk alamat-alamat host IPv4
Range: 0.0.0.0 sampai 223.255.255.255

2. Alamat Multicast
Kegunaan: dipakai untuk alamat grup-grup multicast pada sebuah network lokal
Range: 224.0.0.0 sampai 239.255.255.255

3. Alamat Experimental
Kegunaan:
- Dipakai untuk research dan experimental
- Tidak bisa saat ini digunakan untuk host-host pada jaringan IPv4
Range: 240.0.0.0 sampai 255.255.255.254

Tuesday, 8 April 2014

Broadcast

Transmisi broadcast digunakan sebagai mode pengiriman paket kesemua host di network.

Ketika sebuah host menrima sebuah paket dengan alamat broadcast sebagai alamat tujuannya, host itu akan memproses paket itu seperti laiknya sebuah paket ke alamat unicast host itu.

Transmisi broadcast digunakan ketika:
- Alamat IP host penyedia layanan tidak diketahui.
Contoh:
Alamat IP host DHCP server tidak diketahui sementara host/PC dikonfigurasi untuk menggunakan alamat IP dinamis atau alamat IP nya tidak dikonfigurasi oleh administrator.

- Sebuah host butuh memberikan informasi ke semua host di jaringan

- Mempertukarkan informasi ruting oleh ruting protokol misal RIP

Ketika suatu host butuh informasi, host mengirimkan permintaan/pertanyaan, yang disebut query, ke alamat broadcast. Semua host di jaringan menerima dan memproses query ini. Satu atau lebih host yang memiliki informasi yang dibutuhkan oleh host penanya akan merespon, biasanya menggunakan unicast.

Broadcast paket biasanya dibatasi ke lokal saja, tidak seperti paket unicast, bisa di rutekan.

Pembatasan ini tergantung dari konfigurasi ruter yang membatasi network dan tipe dari broadcast itu sendiri (directed broadcast/limited broadcast)

directed broadcast / non-limited broadcast
contoh:
Misal host di network 172.16.5.0 ingin mengirimkan paket broadcast ke network 172.16.4.0, host 172.16.5.1 itu akan mengirimkan paket broadcast ke alamat tujuan 172.16.4.255

limited broadcast

Paket-paket limited broadcast menggunakan alamat IP tujuan: 255.255.255.255

Ruter tidak akan meneruskan paket ini.

Switch layer 2 contoh: catalyst 2960, meneruskan paket ini.

Paket-paket yang dialamatkan ke alamat limited broadcast hanya akan "muncul" pada network lokal. Oleh karena alasan ini, sebuah jaringan IPv4 disebut juga sebagai suatu broadcast domain. Ruter-ruter yang menjadi pembatas dari sebuah broadcast domain.

Jadi, kita butuh ruter untuk membatasi broadcast trafik yang tergolong berlebihan (excessive) yang sering terjadi pada jaringan switch (switched network) atau dengan kata lain jaringan yang hanya menggunakan switch-switch sebagai penghubung; tanpa ruter (karena hanya ruter yang memblok paket ini) dan biasanya jaringan seperti ini hanya menggunakan 1 alamat network (network address) IPv4 saja.